Mengenal Perbedaan Bisnis Waralaba dan Networking

Diposting pada

Perbedaan Bisnis Waralaba dan Networking – Ada banyak pilihan jenis usaha yang bisa dijalankan oleh seseorang yang ingin menekuni dunia bisnis. Ia bisa membuka usaha sendiri berbekal dengan pengalaman, kreativitas, atau bakatnya. Namun ada juga orang yang ingin sekali terjun ke dalam dunia bisnis, namun merasa tidak memiliki kreativitas dan bakat menciptakan produk baru yang inovatif.

Sehingga lebih memilih menjalankan bisnis waralaba ataupun MLM. Dua jenis usaha ini memang cukup menarik untuk ditekuni. Dan yang pasti keduanya berbeda. Lantas, kira-kira apa perbedaan antara bisnis waralaba dan bisnis MLM ini?

Perbedaan Bisnis Waralaba dan Networking

Untuk lebih jelasnya perbedaan kedua model bisnis tersebut mari kita bahas satu-persatu agar semakin lebih jelas tentang perbedaan antara bisnis waralaba dengan bisnis networking yang familiar dnegan sebutan MLM

#1. Pengertian Bisnis Waralaba

Banyak orang yang menyebut bisnis waralaba ini dengan istilah franchise. Pada dasarnya 2 istilah ini memiliki arti yang sama. Waralaba atau franchise adalah sebuah bentuk kerjasama dalam sebuah usaha dengan sistem bagi hasil sesuai dengan kesepakatan, hak kelola, serta hak pemasaran yang telah disetujui.

Sistem franchise sendiri mulai populer di Amerika Serikat sejak tahun 1960an. Saat itu di Amerika Serikat mulai banyak pengusaha yang menggunakan sistem franchise untuk mengembangkan bisnis mereka, namun tak sedikit pula yang menggunakan sistem franchise ini sebagai kedok penipuan. Di Indonesia, kata franchise kemudian diterjemahkan dengan istilah waralaba yang berasal dari kata “wara” artinya lebih dan “laba” yang artinya untung. Jadi dengan kata lain, bisnis waralaba ini bisa menghasilkan lebih banyak keuntungan.

Waralaba adalah sebuah strategi pemasaran yang bertujuan untuk mengembangkan jaringan usaha yang melibatkan 2 pihak utama yaitu “pemberi waralaba” dan “penerima waralaba”. Pihak penerima waralaba ini biasanya mendaftarkan diri untuk bisa ikut bergabung dalam jaringan bisnis dan setelah itu mendapatkan hak menjalankan usahadengan ciri khas atau kekayaan intelektual yang dimiliki oleh perusahaan waralaba tersebut.

Banyak perusahaan besar berskala internasional yang mengembangkan jaringannya dengan menggunakan sistem franchise. Misalnya saja Starbuck, A&W Restaurant, McDonald’s, dan lain sebagainya. Jika Anda ingin bergabung dengan perusahaan franchise, maka faktor pertama yang harus dimiliki adalah modal sesuai yang dipersyaratkan oleh perusahaan pemberi franchise. Setelah Anda bergabung dan mematuhi serta memahami semua aturan dan perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak, maka Anda bisa mendapatkan passive income yang potensial setiap tahunnya. Pembagian keuntungan hasil usaha ini biasanya sudah dijelaskan dan disepakati dalam kontrak kerjasama di awal Anda bergabung.

Artikel Terkait  Tips Manajemen Keuangan bagi Pebisnis Kecil Pemula

#2. Pengertian Bisnis Networking/Multi Level Marketing (MLM)

Selain pengembangan jaringan bisnis dengan sistem waralaba, ada juga perusahaan yang menggunakan sistem networking atau Multi Level Marketing atau yang biasa dikenal masyarakat dengan istilah MLM. Banyak orang yang beranggapan bahwa MLM ini sama saja dengan sales penjualan, namun harus mendapatkan keanggotaan terlebih dulu. Padahal sistem MLM ini jauh berbeda dengan direct selling yang dilakukan oleh sales sebuah perusahaan.

MLM adalah sebuah metode network marketing, dimana jaringan dibentuk dengan sistem pemasaran berjenjang. Semakin ke bawah, maka akan semakin banyak anggota pemasaran yang terlibat atau dikenal dengan istilah piramida marketing. Perusahaan yang memakai strategi MLM ini mendistribusikan dan menjual produknya melalui jaringan yang terdiri dari para pebisnis independen di berbagai wilayah atau bahkan dunia. Keuntungan hasil penjualan pun dibagikan sesuai dengan hasil yang telah dicapai oleh masing-masing anggota jaringan MLM.

Tugas utama para marketing dalam sistem MLM terdiri dari 2 jenis yaitu menjual produk dan juga mencari atau merekrut anggota baru (membentuk jaringan) yang mau ikut bergabung dalam bisnis tersebut. Penghasilan yang didapatkan oleh anggota MLM ini berasal dari selisih harga jual antara member dan non member serta bonus yang biasa diberikan oleh perusahaan jika memenuhi target penjualan dan juga bonus merekrut member baru.

Beberapa ahli ekonomi juga menyebut MLM sebagai personal franchise, artinya sistem waralaba ini juga dijalankan dalam MLM namun pada level personal atau perseorangan. Kerjasama dilakukan antar individu dan bukan pada level perusahaan. MLM juga dimasukkan dalam sistem waralaba karena di dalamnya terdapat perjanjian pembagian keuntungan antara pemberi waralaba (perusahaan MLM) dengan penerima waralaba (member MLM).

Artikel Terkait  Inilah 4 Ide Bisnis yang Cocok Dijalankan Para Generasi Milenial

Waralaba vs Networkin (MLM) – Perbedaan dan Keuntungan serta Kerugiannya

Jika Anda masih bingung akan bergabung dengan bisnis yang menggunakan sistem waralaba ataukah MLM, maka ada baiknya Anda pertimbangkan masing-masing keuntungan dan kekurangan dari 2 sistem jaringan pemasaran tersebut.

Keuntungan sistem waralaba diantaranya adalah :

  • Memperkecil resiko kegagalan usaha bagi rekanan waralaba. Kondisi ini sangat cocok bagi Anda yang ingin membuka bisnis, namun belum memiliki pengalaman sama sekali.
  • Adanya potensi income yang menjanjikan dan stabil, karena jaringan bisnis yang sudah dikelola dengan baik dan profesional dari pusatnya.
  • Anda sudah mendapatkan tempat di mata konsumen karena brand yang sudah mengakar dan terkenal di tengah masyarakat. Kondisi ini dinamakan efek bola saju brand awareness.

Kekurangan sistem waralaba :

  • Membutuhkan modal yang jauh lebih besar untuk bisa bergabung menjadi mitra waralaba.
  • Anda tidak bisa mengatur usaha sesuka hati, karena semua manajemen dikendalikan oleh pusat.
  • Rata-rata pembagian keuntungan condong lebih besar kepada perusahaan waralaba.
  • Ada royalty atau pajak bulanan/tahunan yang harus dibayarkan oleh mitra kepada pihak perusahaan waralaba.

Keuntungan sistem Networking/MLM diantaranya :

  • Biaya pendaftaran member yang tidak terlalu mahal.
  • Bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun dengan memanfaatkan jaringan internet dan sebagainya.
  • Minim kerugian karena para distributor MLM ini tidak harus menyetok barang terlebih dulu. Biasanya barang akan langsung dikirimkan dari pihak perusahaan kepada pembeli.
  • Rendah biaya promosi.
  • Mekanisme kerja yang relatif sedernaha, hanya berorientasi target penjualan dan merekrut anggota baru.
  • Harga produk umumnya cukup terjagkau bagi masyarakat.

Kelemahan bisnis Networking/MLM adalah :

  • Jenis produk yang ditawarkan oleh perusahaan menentukan keberhasilan para anggota MLM dalam memasarkannya.
  • Jika terjadi masalah pada distributor atau upline, maka semua anggota di bawahnya (downline) akan terkena imbasnya.
  • Sikap masyarakat yang masih enggan dengan berbagai produk MLM dibandingkan dengan produk yang sudah lama terkenal di masyarakat.
  • Dukungan infrastruktur dan ketersediaan produk yang kadang masih minim, sehingga menghambat arus penjualan para anggotanya.
Artikel Terkait  Komunitas Belajar Internet Marketing Terbaik SB1M

Itulah diatas ulasan yang bisa kami bagikan mengenai Perbedaan Bisnis Waralaba dan Networking /MLM yang sebaiknya Anda pahami. Pastikan anda menjalankan bisnis yang memang sesuai dengan modal dan keahlian Anda.

Gambar Gravatar
Catatan harian digital preneur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *